Isi Kursus
Pertemuan 1 – Pengantar Sistem Informasi Geografis
Mahasiswa diperkenalkan pada konsep dasar Sistem Informasi Geografis (SIG) serta model pembelajaran GeoMOOC-PjBL. Materi mencakup definisi, ruang lingkup, sejarah perkembangan, dan penerapannya di berbagai bidang. Selain itu, dijelaskan prinsip pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan Massive Open Online Course (MOOC). Aktivitas: diskusi kelas, identifikasi kebutuhan belajar, dan eksplorasi contoh proyek SIG.
0/5
Pertemuan 2 – Struktur Data Spasial & Google My Maps
Pada pertemuan 2 mata kuliah Sistem Informasi Geografis (ISY3307), mahasiswa difokuskan untuk memahami struktur dan model data spasial baik raster maupun vektor, serta konsep sistem koordinat dan proyeksi peta yang penting dalam kolaborasi global. Melalui pendekatan Student Centered Learning (SCL), mahasiswa diperkenalkan pada penggunaan Google My Maps sebagai media awal dalam perencanaan proyek tim. Kegiatan pembelajaran meliputi ceramah interaktif, praktik langsung, pembelajaran berbasis proyek, dan lokakarya perencanaan. Dosen berperan dalam menjelaskan konsep dasar, mendemonstrasikan penggunaan Google My Maps, serta membimbing penyusunan metodologi proyek. Sementara itu, mahasiswa diharapkan mampu membedakan model data spasial, merancang workspace proyek tim di Google My Maps, menyusun timeline proyek yang realistis, membuat prototype peta dasar sesuai area masalah, serta menetapkan pembagian peran dalam tim. Pertemuan ini dilaksanakan secara tatap muka sinkronus dengan tujuan memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap data spasial sekaligus melatih keterampilan kolaboratif dalam merancang proyek geospasial.
0/6
Pertemuan 3 – Investigasi & Drawing Tools
Pada pertemuan 3 mata kuliah Sistem Informasi Geografis (ISY3307), mahasiswa diarahkan untuk melakukan investigasi mendalam terhadap permasalahan geospasial yang telah diidentifikasi sebelumnya. Fokus utama pembelajaran adalah pada penggunaan drawing tools di Google My Maps untuk pemetaan awal, pengelolaan multiple layers, serta penerapan styling dan simbologi dalam analisis spasial. Selain itu, mahasiswa juga dilatih untuk melakukan tinjauan literatur geospasial secara sistematis dan mengumpulkan data sekunder relevan sebagai dasar analisis. Melalui pendekatan Student Centered Learning (SCL), metode yang digunakan meliputi workshop investigasi, tutorial penggunaan drawing tools, eksplorasi data terpandu, serta sesi penelitian kolaboratif. Dosen berperan dalam memfasilitasi workshop literatur, mendemonstrasikan penggunaan drawing tools lanjutan, membimbing pengumpulan data sekunder, dan mendukung proses penelitian tim. Mahasiswa diharapkan mampu melakukan literature review, mengumpulkan data sekunder dari berbagai sumber, menyusun peta investigasi dengan beberapa layer, mengeksplorasi best practices dari studi kasus serupa, serta mendokumentasikan temuan dalam log investigasi. Pertemuan ini dilaksanakan secara tatap muka sinkronus dengan tujuan memperkuat kemampuan analisis, pemetaan, dan riset kolaboratif mahasiswa dalam konteks geospasial.
0/6
Pertemuan 4 – Integrasi Data & Multimedia
Pada pertemuan 4 mata kuliah Sistem Informasi Geografis (ISY3307), mahasiswa diarahkan untuk mengintegrasikan berbagai sumber data ke dalam Google My Maps serta mengembangkan keterampilan dalam pengumpulan data primer melalui kegiatan lapangan. Pertemuan ini juga menekankan pada kemampuan mahasiswa dalam mengimpor data dari berbagai format, melakukan geocoding, serta mengonversi data agar sesuai dengan kebutuhan analisis. Selain itu, mahasiswa akan memperkaya peta interaktif dengan menambahkan multimedia content (gambar, video, maupun tautan) untuk mendukung visualisasi yang lebih informatif. Dengan pendekatan Student Centered Learning (SCL), metode yang digunakan mencakup lokakarya integrasi data, pelatihan lapangan, tutorial multimedia, serta sesi finalisasi metodologi. Dosen berperan sebagai fasilitator dalam membimbing proses integrasi data multi-sumber, pengumpulan data lapangan, serta penyusunan metodologi proyek yang lebih komprehensif. Mahasiswa diharapkan dapat melakukan survei lapangan, menggabungkan data primer dan sekunder ke dalam peta, menambahkan multimedia interaktif pada setiap lokasi, menyelesaikan rencana metodologi proyek secara menyeluruh, serta mempresentasikan hasil eksplorasi untuk memperoleh umpan balik. Pertemuan ini dilaksanakan secara tatap muka sinkronus dengan tujuan memperkuat keterampilan teknis, analitis, dan kolaboratif mahasiswa dalam mengelola proyek geospasial berbasis data nyata.
0/6
Pertemuan 5 – Analisis Spasial Tingkat Dasar
Pada pertemuan 5 mata kuliah Sistem Informasi Geografis (ISY3307), mahasiswa berfokus pada implementasi analisis spasial tingkat dasar menggunakan Google My Maps. Materi pembelajaran mencakup analisis kedekatan (spatial proximity) dan pengelompokan (clustering) untuk mengidentifikasi pola spasial, serta pengembangan visualisasi data geospasial yang komunikatif agar hasil analisis mudah dipahami. Selain itu, mahasiswa mulai diarahkan untuk mengembangkan solusi inovatif atas masalah yang telah diidentifikasi sebelumnya, dengan menerapkan metodologi pengembangan iteratif yang memungkinkan perbaikan berkelanjutan. Melalui pendekatan Student Centered Learning (SCL), metode pembelajaran yang digunakan meliputi lokakarya analisis spasial, implementasi terpandu, pemecahan masalah kolaboratif, serta praktik pengembangan berulang. Dosen berperan dalam membimbing implementasi analisis spasial, mengarahkan proses proximity analysis, memfasilitasi pengembangan visualisasi komunikatif, serta mendampingi iterasi pertama pengembangan proyek. Mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan analisis spasial pada data terkumpul, melakukan proximity analysis untuk menemukan pola, menyajikan hasil analisis dalam bentuk visualisasi yang komunikatif, merancang solusi berdasarkan temuan, serta memulai iterasi pertama dari pengembangan proyek. Pertemuan ini dilaksanakan secara tatap muka sinkronus dengan tujuan membekali mahasiswa keterampilan analitis, kreatif, dan aplikatif dalam mengelola serta memecahkan masalah geospasial.
0/6
Pertemuan 6 – Analisis Lanjutan & Storytelling
Pada pertemuan 6 mata kuliah Sistem Informasi Geografis (ISY3307), mahasiswa diarahkan untuk melakukan analisis spasial tingkat lanjut serta mengembangkan model geospasial yang lebih kompleks. Selain itu, mahasiswa dilatih untuk menyajikan hasil analisis dalam bentuk storytelling digital melalui peta interaktif dan dashboard, sehingga temuan dapat dikomunikasikan secara lebih efektif. Pertemuan ini juga menekankan pentingnya integrasi feedback dari hasil iterasi sebelumnya serta penyempurnaan rancangan melalui proses kolaboratif. Dengan pendekatan Student Centered Learning (SCL), metode pembelajaran mencakup lokakarya analisis tingkat lanjut, pelatihan storytelling digital, pengembangan prototipe, dan penyempurnaan kolaboratif. Dosen berperan dalam membimbing mahasiswa dalam pemodelan geospasial kompleks, mengarahkan pembuatan digital story map, memfasilitasi integrasi hasil peer review, serta mendampingi pengembangan prototipe yang siap diimplementasikan. Mahasiswa diharapkan mampu membangun model spasial yang lebih detail, membuat peta interaktif untuk mendukung komunikasi temuan, mengintegrasikan masukan dari peer review, mengembangkan prototipe solusi yang dapat diimplementasikan, serta melakukan uji coba awal dengan stakeholder potensial. Pertemuan ini dilaksanakan secara tatap muka sinkronus, dengan tujuan memperkuat keterampilan analisis, komunikasi ilmiah, dan inovasi mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan geospasial secara komprehensif.
0/6
Pertemuan 7 – Finalisasi Proyek Google My Maps
Pada pertemuan 7 mata kuliah Sistem Informasi Geografis (ISY3307), mahasiswa difokuskan pada tahap finalisasi proyek Google My Maps dengan menyelesaikan seluruh komponen yang telah dikembangkan sebelumnya. Pertemuan ini menekankan pentingnya penjaminan kualitas secara komprehensif melalui quality check dan validasi sejawat, serta memastikan setiap elemen proyek terintegrasi menjadi sebuah solusi yang koheren. Selain itu, mahasiswa dilatih untuk menyusun dokumentasi teknis berupa laporan preliminary sebagai dasar evaluasi dan pengembangan lebih lanjut. Pertemuan ini juga menjadi langkah awal persiapan transisi menuju platform QGIS untuk mendukung analisis spasial tingkat lanjut. Dengan pendekatan Student Centered Learning (SCL), metode pembelajaran meliputi lokakarya finalisasi proyek, sesi penjaminan mutu, integrasi komprehensif, dan validasi sejawat. Dosen berperan dalam membimbing mahasiswa menuntaskan seluruh komponen proyek, mengarahkan proses quality check, memfasilitasi integrasi solusi, serta memberikan arahan dalam penyusunan technical report dan peer review. Mahasiswa diharapkan mampu menyelesaikan proyek Google My Maps secara menyeluruh, melakukan pemeriksaan kualitas, mengintegrasikan semua komponen dalam satu platform yang solid, menyusun laporan teknis, menyiapkan dataset untuk analisis QGIS, serta melaksanakan peer review final. Pertemuan ini dilaksanakan secara tatap muka sinkronus dengan tujuan memperkuat keterampilan validasi, dokumentasi, dan integrasi proyek geospasial.
0/6
Pertemuan 8 – Ujian Tengah Smester (UTS)
Pada pertemuan 8 mata kuliah Sistem Informasi Geografis (ISY3307), mahasiswa melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) dalam bentuk presentasi proyek Google My Maps. Pada tahap ini, mahasiswa dituntut untuk menunjukkan kemampuan teknis, analitis, sekaligus keterampilan komunikasi akademik secara profesional. Presentasi dilakukan secara tim dengan durasi 15–20 menit, mencakup demonstrasi interaktif peta yang telah dikembangkan, penjelasan metodologi yang digunakan, serta penyajian temuan utama dengan dukungan visual aids yang relevan. Melalui pendekatan Assessment-Based Learning, metode pembelajaran mencakup presentasi tim komprehensif, demonstrasi teknis, penilaian rekan sejawat, dan tinjauan ahli. Dosen berperan dalam mengevaluasi presentasi menggunakan rubrik penilaian komprehensif, memberikan feedback konstruktif, memfasilitasi sesi tanya jawab, serta membimbing proses peer assessment. Mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan metodologi dan hasil analisis dengan baik, menjawab pertanyaan menantang dari dosen maupun rekan, melakukan penilaian sejawat secara terstruktur, serta menerima umpan balik dari ahli untuk pengembangan proyek lanjutan. Pertemuan ini dilaksanakan secara tatap muka sinkronus, dengan tujuan mengasah kemampuan presentasi profesional, komunikasi ilmiah, serta keterampilan reflektif melalui peer review dan expert feedback.
0/1
Pertemuan 16 – Ujian Akhir Smester (UAS)
0/1
Sistem Informasi Geografis